YAMAHA
MIOSoul, 2008 (Jakarta)
Hot Rod style yang diusungnya terkesan tidak maksa. Wheelbase ideal, ground clearance pas untuk daily riding dan serasi secara dimensi. Sang builder bisa ‘meredam’ emosi estetika dengan pemahaman bahwa motor harus bisa dipakai. Istilahnya, DFF alias Design Follow Function.
Motor ini juga tergolong padat dan kompak, rake
yang dipilih rapat agar tak tersisa banyak ruang. Apalagi ban belakang gendut
menunjang penampilan. ”Ukuran 180/55-14, mendekati gaya bobber style,”
jelas tim Big yang mendesain pelek jari-jari rapat.
Penulis : Isf@n | Teks Editor : KR15 | Foto : GT
waroengkopikoe
Jujur sebagai juri kami kepincut tampilan Mio Soul milik Budi Big
Rahmanto dari Big Modification ini. Tampilannya konseptual, punya taste bagus
dengan detailing sangat baik.
Hot Rod style yang diusungnya terkesan tidak maksa. Wheelbase ideal, ground clearance pas untuk daily riding dan serasi secara dimensi. Sang builder bisa ‘meredam’ emosi estetika dengan pemahaman bahwa motor harus bisa dipakai. Istilahnya, DFF alias Design Follow Function.
Ada catatan sip buat dishare. Paling
utama kepadatan bodyworknya. Sudah jadi pekem Big Modification bahwa detail
jadi penting dan juga utama. Semua koponen yang nempel dengan serius dan
tingkat kerapihan tinggi.
Sektor bodi, daya tarik utamanya
permainan warna krom, nuasna gelap, hitam bergradasi, pen brush, grill dan
desain setang mencerminkan khasnya hot rod.
Sayangnya Skubek Contezt sedikit diikuti peserta kelas X-treem. Akirnya kelas ini dihilangkan dan hanya ikut kelas Fashion Advance. Tentunya tidak bisa menang karen bodi sudah berubah dan kaki-kaki digeser. (motorplus-online.com)
Sayangnya Skubek Contezt sedikit diikuti peserta kelas X-treem. Akirnya kelas ini dihilangkan dan hanya ikut kelas Fashion Advance. Tentunya tidak bisa menang karen bodi sudah berubah dan kaki-kaki digeser. (motorplus-online.com)
waroengkopikoe
04.21 | 1
komentar





























