• Honda PCX 125

    Kabar gembira bagi anda yang mendambakan PCX, produk tercanggih Honda di segmen skuter otomatik (skutik). PT. Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen sekaligus sebagai pemasar motor yang dikabarkan canggih ini, sudah membuka pesanan atau daftar tunggu pada ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ). [...]

  • 2012 Movie

    The film briefly references Mayanism, the Mesoamerican Long Count calendar, and the 2012 phenomenon in its portrayal of cataclysmic events unfolding in the year 2012. Because of solar flare bombardment the Earth's core begins heating up at an unprecedented rate, eventually causing crustal displacement. This results in an onslaught of Doomsday event scenarios plunging [...]

  • I am Legend Movie

    The film briefly references Mayanism, the Mesoamerican Long Count calendar, and the 2012 phenomenon in its portrayal of cataclysmic events unfolding in the year 2012. Because of solar flare bombardment the Earth's core begins heating up at an unprecedented rate, eventually causing crustal displacement. This results in an onslaught of Doomsday event scenarios plungingThe novel's main character is Robert Neville, apparently the sole survivor of a pandemic the symptoms of which resemble vampirism. The author details Neville's [...]

  • Transformer Movie

    Transformers is a 2007 live-action-thriller film adaptation of the Transformers franchise, directed by Michael Bay and written by John Rogers, Roberto Orci and Alex Kurtzman. It stars Shia LaBeouf as Sam Witwicky, a teenager involved in a war between the heroic Autobots and the evil Decepticons, two factions of alien robots who can disguise themselves by transforming into everyday machinery. The Decepticons desire control of the All Spark, the object that created their robotic race, with the intention of using it to build [...]

  • Max Payne Game

    Max Payne is a BAFTA award winning[1] third-person shooter video game developed by Finnish Remedy Entertainment, produced by 3D Realms and published by Gathering of Developers in July 2001 for Windows. Ports later in the year for the Xbox, PlayStation 2 and the GameBoy Advance were published by Rockstar Games. A Macintosh port was published in July 2002 by MacSoft in[...]

| Bagi teman teman diluar kota yang ingin memesan onderdil modifikasi seperti yang ada di halaman rubrik, dapat menghubungi kami melalui kolom komentar dengan meninggalkan nama, nomor handphone yang bisa dihubungi atau sms, atau alamat email. Kami akan segera membalas dan mengkonfirmasi estimasi biaya termasuk biaya pengiriman |

Jumat, 04 Mei 2012

Low Rider Atau Pro-Street?

0



Suzuk
i
SKYDRIVE2012
 (Jakarta)





Body dibiarkan standard karena dianggap sudah Oke


Stang dari Honda
Istilah aliran pro-street biasanya diadopsi di motor-motor besar macam H-D. Namun Topo Goedhel Atmodjo dari Tauco Custom ngotot aplikasi di skubek. Katanya seperti terlihat di Suzuki Skydrive milik Bro Yudi Hendra ini.

Istilah pro-street gaya-gayaan Topo saja. Mungkin menurut dia sih motor prosteet yaitu bisa dipakai di jalanan. Bukan seperti di H-D yang cirinya antara rangka belakang dan depan rata.

Kalau mau jujur sih lebih gampang Skydrive ini mengikuti aliran low rider. Ciri aliran low rider di skubek tidak hanya berkesan ceper, tapi sumbu roda dibuat melar.

Tentu teknik paling gampang untuk memanjangkan sumbu roda, modifikator urakan itu pasang undur-undur atau engine mounting yang dipanjangin. “Sekarang lebih molor 15 cm,” jelas Topo yang konsisten dengan bodi pelat itu.



Undur-undur bikin mundur 15 Cm
Shock Grand Classic
Topo mengubah bagian kaki-kaki lain. Pelek belakang aplikasi yang lebih lebar. Untuk itu harus main custom. Lingkarannya aplikasi dari pelek mobil bahan besi. Dipilih yang lebarnya 6 inci.

Sedangkan untuk pegangan dengan teromol, mengaplikasi gaya pelek billet atau monoblok. Bahannya ambil dari pelat besi 2 cm dipadukan dengan teromol asli Skydrive. “Karena jenis bahan yang berbeda, digabungkan dengan teknik baut,” jelas bro yang bermarkas di Jl. Kebagusan Raya No. 99 Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Untuk sokbreker belakang juga disesuaikan dengan tampilan low rider. Dipilih yang desainnya klasik. Diambil dari kepunyaan Honda Grand yang aslinya sudah dikrom abis.

Tinggal pelek depan. Diambil dari punya mobil juga yang lebarnya 3 inci. Untuk billet atau bagian dalamnya juga aplikasi dari pelat 2 cm. Sedangkan teromolnya bikin dari pipa. Dibuatkan dudukan laher kanan-kiri, namun tanpa gigi spidometer karena sudah aplikasi model digital.




Up Side Down dari limbah Big Scooter
Untuk sok depan mengandalkan tipe upside down dari limbah big matic. Pemasangannya gampang, cukup melepas as segitiga Skydrive, dipasangkan di triple T upside down.

Kini Yudhi puas, motor yang sebenarnya untuk hadiah ulang tahun istrinya sudah keren. Pada saat pengambilan, wajah sang istri penuh bingar. Doi bilang, “yang.. motornya bagus, saya suka” tutup Vita, bininya Yudhi.

So sweet, bro!
 (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70-14
Ban belakang : Corsa 150/60-14
Knalpot : Kwangen Product
Sepatbor : Tauco
Tauco Custom : 0856-8380-209
Penulis : Hanggi | Teks Editor : Nurfil | Foto : Axl
waroengkopikoe


Rabu, 02 Mei 2012

Big Skubek Bertangki Sport

0



Yamaha
Nouvo2002 
(Jakarta)




Tutup tangki ala motor sport
Yamaha Nouvo lansiran 2002 milik Alex ini jadi wujud obsesinya punya big skubek. Yap, skubek berdimensi dan ber-cc besar layaknya Honda DNA atau Suzuki Brugman. Tapi, syaratnya kudu ada tangki layaknya pacuan sport!

“Kepingin aja punya motor seperti itu. Malah tadinya ingin pakai Yamaha Mio buat basis modif. Tapi, akhirnya pilih Nouvo,” sebut pria yang hanya ingin dikenal sebagai Alex saja.

Buat wujudkan asa, Alex pun langsung kontak ke Rudi Gunawan yang juragan workshop modifikasi Berkat Motor. “Dalam perjalanan modif Nouvo ini, banyak terjadi perubahan konsep. Karena dari Alex sendiri ingin ada penambahan desain,” kata Rudi.

Tetapi, seperti konsep awal yang sudah disepakati, big skubek ini kudu aplikasi tangki di tengah. “Tangki pakai punya Suzuki GSX-R400. Tapi, bentuknya dicustom lagi biar sesuai bodi depan dan belakang,” bilang modifikator senior itu dari workshopnya di Jl. Ciledug Raya, No. 1, Kreo, Ciledug, Tangerang.
Shock Breker belakang After market

Meski pakai tangki layaknya sport, tapi Rudi tak perlu membuat rangka tengah sebagai dudukan wadah bahan bakar itu. Agar terpasang sempurna, cukup dibuatkan dudukan dari pelat besi tebal 2 mm di sasis belakang komstir.

Sedang buat pegangan tangki belakang, dari pelat besi tebal 4 mm. “Dibuat kanan-kiri di setiap ujungnya. Jadi lebih kokoh. Karena titik berat tangki lebih banyak di belakang,” aku ayah dua anak itu.

Kelar tangki terpasang, selanjutnya tinggal sesuaikan bodi keseluruhan. Cover depan pakai Yamaha Nouvo Z. Begitu juga bodi belakang. “Tapi, karena motor lebih panjang, bodi disambung dari dua bodi Nouvo Z,” tutup Rudi yang ramah. 
(motorplus-online.com)







 
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 140/70-14
Ban belakang : Deli Tire 140/70-14
Sok depan : Suzuki GSX 400
Master rem : Kawasaki ER-6n
Berkat Motor : (021) 935-17093
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi

waroengkopikoe


Senin, 23 April 2012

Matic Fighter

0



Honda
Beat2008
 (Tasikmalaya)





Aliran street fighter biasa diaplikasi di motor sport. Sesuatu yang beda coba ditunjukkan oleh modifikator kondang disapa Tommy. Aplikasi gaya petarung jalanan di Honda BeAT hariannya. Makanya disebut matic fighter. 


Memang matic fighter pernah muncul beberapa bulan lalu di Purwokerto. Karena bicara street fighter tak bisa lepas dari kota mendoan itu. Sampe-sampe aliran ini disebut WJS (West Jateng Style), gaya street fighter dari Jawa Tengan bagian barat. Bahkan sampe muncul kaum minor fighter (MF) yang sarangnya di sana. 



Virus WJS kini menyebar ke seluruh nusantara. Termasuk Tasikmalaya yang berjarak 180 km dari kota gorengan tempeitu. “Benar bro… Coba aplikasi di matic. Bosan rasanya melihat di motor sport dan bebek melulu,” bilang modifikator kelahiran 1985 ini. 



Dimulai dari rangka baru berbahan pipa tertata rapih menopang bodi. Tak bisa dipungkiri frame model Ducati Monster jadi inspirasi. Banyak yang aplikasi tulang-belulang model beginian. Namun yang terap di matic layak dapat aplus. 



Pipa model tralis mampu mendongkrak tampang petarung jalanan yang menonjolkan kekarnya otot-otot. Membuat aura kuat street fighter terpancar.



“Aplikasi pipa tralis, membuat hampir 90% rangka bawaan dipensiunkan. Hanya menyisakan pipa di bawah komstir. Lebihnya rangka custom bikinan,” kekeh modifikator yang beralamat di Jl. Sukarindik, Sukasari, RT 03/07, Bungursari, Tasikmalaya ini.


Selain itu dipadu dengan sesuatu yang nyleneh juga. Coba menerapkan gaya sepeda low rider pada sektor kaki depannya. Menggunakan model garpu atau beken disebut capit udang. Kemudian dipadukan dengan monosok. 



“Butuh waktu tiga bulan agar kinerja sempurna dan bisa didaptkan keseimbangan sesuai yang diinginkan. Menggunakan pipa yang tebalnya 3 mm untuk menopang sok,” beber modifikator yang pasang piercing pada kedua telinganya itu.



Gabungan konsep street fighter dan low rider pada kuda besi milik sang modifikator ini, merupakan suatu kombinasi yang menarik. Konsepnya menerapkan ubahan yang tergolong tidak biasa. Sesuai dengan pembesut gaya petarung jalanan yang anti kemapanan. Katanya menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya namun tetap funsional dan mengandung makna estetika.



Aksi sang modifikator berakhir pada laburan warna hitam pada sekujur body dan guyuran merah pada frame. “Pilihan warnanya disesuaikan dengan kesukaanku juga, bro,” tutup punggawa Street Custom Modification (SCM) ini.




Aroma Low Rider
Satu lagi filosofi yang ditunjukkan oleh Tommy. Berusaha menyelami aliran yang diaplikasi di motornya. Bukan hanya konstruksi belulang, suspensi dan kelir bodi juga dibuat sesuai tema awal.

Aliran street fighter memancarkan sesuatu yang seram. Dipilih kelir hitam untuk bodi untuk menguatkan aliran gaya petarung jalanan itu.

Hitam juga identik dengan low rider atau hot rod. Biasanya dipadukan dengan blink-blink seperti biasa dipakai kaum kulit hitam di mobil sedan hot rod.

Termasuk merah menyala. Ini biasa dipakai penyuka aliran hot rod di mobil. Jadinya memancarkan kelir yang kontras antara hitam dan merah itu. 
 (motorplus-online.com)

 
DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 120/60-14 
Ban belakang: Swallow 140/60-14 
Sok depan: Jupiter MX 
Sok belakang: Suzuki Satria 
Stang : Custom 
SCM :             0852-2344-2666      
Penulis : Edhot | Teks Editor : Nurfil | Foto : Edhot
waroengkopikoe


Jumat, 20 April 2012

Paduan Speedway dan Board Tracker

0



YAMAHA
 Nouvo, 2003 (Jakarta)





Suka pacuan bergaya board tracker dan speedway, bikin Arthur Wullur modif abis Yamaha Nouvo miliknya. “Ini versi kecilnya deh,” ungkap modifikator yang punya workshop berlabel Violetta Rumble Team (VRT) Modified.Nouvo yang bergenre skubek, kini berganti layaknya pacuan sport. Tapi soal engine, tetap matik. Rangka, semua dibuat ulang. 

Setidaknya, ada dua ukuran pipa yang dipakai. Center bone, pakai pipa seamless 2 inci. Sedang untuk bagian tangki dan jok, pria berambut panjang ini pilih pipa baja diameter 30mm.

Konsep simpel juga diaplikasi di Nouvo lansiran 2003 ini. Maka itu, peranti seperti CDI, kiprok dan bendik starter disembunyikan di tangki sisi kiri. Jadi, tangki yang dibuat dari pelat besi 0,8mm ini hanya berfungsi sebagai wadah BBM di sisi kanan aja.
 

“Motor ini juga didedikasikan untuk putri saya. Yaitu, Violetta Evrosina,” pesan Arthur   
(motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 70/90-14
Ban belakang : IRC 80/90-14
Setang : Uno (MTB)
Karburator : Keihin PE 24
VRT Modified : (021) 995-34907
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi


waroengkopikoe


Kamis, 05 April 2012

Bicara Lewat Hot Rod

0

Yamaha Mio, 2009 (Samarinda)







Memiliki tiga franchise workshop, tentu harus punya sesuatu yang bisa bikin eye catching. Seperti H. Anwar Mahmud yang langsung meminta F-16 Motor mengubah Yamaha Mio 2009 ini agar bisa jadi maskot bengkelnya.

“Pak Anwar mengambil tiga franchise dari kami (Samarinda, Palu dan Balikpapan; Red). Tapi, kami juga dikasih tantangan membuat motor dengan konsep dari film layar lebar,” ungkap Willy Dreeskandar selaku owner F-16 Motor di Jl. Ciledug Raya No. F16, Tangerang, Banten.

Film yang dipilih pun, sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan motor. Yaitu, Men In Black dan Fast & Furious 5. Akhirnya, dipilih ikon tertentu di film itu. Hot Rod! Seperti muscle car khas Amrik yang dipacu Vin Diesel.

"Di Fast 5 mobilnya kan bertema hot rod, mesinnya ber-cc gede dan nongol dari kap mesin. Nah, konsep ini diterapkan di mesin Mio,” kata pria ramah berkacamata itu. Maka engine Mio dibuat jadi center of attention alias pusat perhatian.

Pakai pelat besi tebal 2cm, CVT dibuat lebih panjang 10cm. Tapi biar lebih menarik lagi, sambungan tadi dimanfaatkan sebagai kanvas nuansa airbrush lewat tulisan Fast n Furious. Lalu, cover CVT sengaja dibuat bolong-bolong agar terlihat jeroan yang rapi. Bahkan, hingga diberi ragam kelir cat, krom hingga lampu LED. Macam engine mobil kontes aja.


Nuansa hot rod juga dipancarkan dari pemakaian pipa besi layaknya roll bar di mobil. Tapi di Mio ini, pipa dipasang mengelilingi CVT. “Selain itu, juga berfungsi memperkuat konstruksi mesin yang dipanjangkan,” jelas Willy.

Kesan eye catching di CVT juga didukung pemakaian swing arm di sisi kanan. Belum lagi pelek lebar 7 inci berdiameter 17 inci dan berjari-jari besar. Makin tak ubahnya pelek mobil yang diaplikasi besutan hot rod tuh! Sedang roda depan, pakai diameter 14 inci. Nungging deh!

Setelah jadi, tak sia-sia pula hasil didapat. Mio Soul ini keluar sebagai juara I di Yamaha Cuzztomatic 4 Region 3 beberapa waktu lalu. Tentu di kelas automatic low rider/hot rod.
 

Congratz, Jack!   
 (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan         :  Swallow 140/70-14
Ban belakang    : Battlax 200/50-17
Cakram depan   : Kitaco
Silinder Blok      : Kawahara Racing
F-16 Motor          : (021) 734-46678      
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL


waroengkopikoe


Rabu, 04 April 2012

Yamaha Mio Soul, Gaya Classic Funky

0

YAMAHA  MIOSOUL 2007 (Bandung)



Ganti aliran modif, nggak selamanya harus menemui banyak kesulitan. Itu coba dibuktikan Peterson selaku pemilik Yamaha Mio Soul yang skubeknya kini berganti tampang menjadi Yamaha Fino. Malah, konsep yang diterapkan, classic funky!

“Enggak ada kesulitan apa-apa kok. Hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian. Tapi, itu juga masih tergolong mudah,” ungkap pria yang akrab dipanggil Peter. Maka itu, semua proses dilakukannya sendiri di workshopnya yang bernama Zone Modified (ZM).



Buat memasang bodi skubek yang bergenre classic retro itu, Peter hanya perlu memotong dudukan untuk lampu belakang yang ada di rangka Soul. Jika tidak, cover bodi belakang Fino nggak bakal bisa dipasang tuh. Selain itu, modifikator  30 tahun ini juga bikin dua dudukan buat behel Fino. 

“Kalau pakai pegangan behel Soul enggak muat. Maka itu, bikin pakai besi pelat 5mm,” beber Peter dari workshopnya di Jl. Murni I No. 36, Bandung, Jawa Barat.




Usai melakukan penyesuaian pada dua bagian itu, selebihnya tinggal pasang cover bodi Fino. Soale, dudukan baut lainnya tidak perlu berubah. Demi melengkapi konsep funky, permainan warna eye catching ikut ditonjolkan. Yap, dominasi kelir merah-kuning. 

“Permainan variasi dari Thailand juga saya sertakan. Konsep bolt-on, semua full dari Thailand,” jelas pria bertubuh atletis ini.
 (motorplus-online.com) 






DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR 90/80-14
Ban belakang : FDR 120/70-14
Knalpot : Yoshimura
Pelek belakang : Ride It
Zone Modified :             0899-949-2727      

Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL

waroengkopikoe


Selasa, 20 Maret 2012

Honda Scoopy, Wanita Jadi Inspirasi

0

HondaScoopy, 2010 (Jakarta)



Tanpa perlu menutupi maksud dan tujuannya, Vincent Wijaya memodifikasi Honda Scoopy miliknya karena terinspirasi seorang wanita berinisial ‘I’. Mantapnya, foxylady itu juga salah satu pembalap drag bike di salah satu workshop yang ada di Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Wahhh.., so sweet...!
“Iya. Makanya motor ini dijuluki Ratu Violet,” beber pemuda 18 tahun yang tinggal di Kebun Jeruk XV, Jakarta Pusat. 

Dijuluki Ratu, tentu karena dipersembahkan buat wanita. Tapi, embel-embel violet muncul karena kelir yang ditampilkan. Semua sudah didominasi kelir ungu.

Soal desain dan pengecatan, Vincent menyerahkan ke Shagi Custom Paint (SCP). Tapi, sesuai hobinya yang bermain di sisi kecepatan, grafis yang diminta pun harus bernuansa racing. Maksudnya, dipenuhi desain tak jauh dari grafis tajam.

"Apalagi untuk main modifikasi, ini proyek pertama. Sebelumnya lebih banyak menggarap motor buat balap,” imbuh Vincent yang juga dagang part variasi skubek dari Thailand.

Toh, selain pakai kulit jok Bride yang lebih dikenal sebagai jok balap di mobil, pelek kecil ikut dimainkan.
 

Ya, roda profil kecil ciri motor balap lurus. Maklum, kan wanita yang menjadi inspirasinya kerap menunggang pacuan drag! 
 (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan    : Vee Rubber 45/90-17
Ban belakang    : Vee Rubber 50/90-17
Handel rem    : NUI
Pelek    : Kawasaki Ninja 250
Vincent Racing Gallery:             0856-9188-1290      
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT


waroengkopikoe


Selasa, 24 Januari 2012

Yamaha Nouvo Mutilasi, Jadi Lele Dumbo

0

YamahaNouvo, 2003 (Palembang)

Yamaha Nouvo 2003 dikenal dengan sebutan Nouvo lele. Karena tampang depannya persis ikan yang dalam bahasa latinnya disebut clarias. Di tangan Achmad Fadly dari Dhanny Custom (DC), Palembang, Sumatera Selatan berubah jadi lele dumbo.

Kok bisa disebut lele dumbo? Lele dumbo kan jenis lele ternakan yang asalnya dari Afrika. Dibanding lele asli Indonesia, lele dumbo lebih mudah besar.

Nouvo lele digarap DC Motor mendadak gede. Depan-belakang sudah dikasih pakan Mio Soul dan Honda Tiger Revo. “Sistem mutilasi. Dipotong dan disambung. Bukan bikin bodi baru dari fiber,” ungkap Dani Firmansyah, pentolan DC Motor di Jl. Radial, Palembang.
 

Proses modifikasi ala mutilasi ini pastinya ribet. “Kayak bagian depan pakai Mio Soul, tapi dashboard masih pakai punya Nouvo. Demikian juga cover kanan-kiri sampai buntut yang asli Nouvo disambung punya pakai punya Tiger Revo,” ulas Dani yang sudah buka rumah modif sejak tiga tahun lalu itu.

Dua bagian yang disambung paling sulit di bagian depan. Bodi Soul digabung dashboard Nouvo. Dirancang ulang supaya sambungannya mantap. “Bodi Soul dan Nouvo ada yang dipotong. Biar pas, juga tidak goyang waktu dipasang,” bilang brother 25 tahun itu.

Berbeda dengan buntut sampai bagian yang menggembung. Diambil dari bodi Tiger Revo. Cover samping aslinya Nouvo disambung langsung dengan bagian bodi Tiger Revo. 

Biar sambungan kuat, bagian depan milik Mio Soul dengan bodi samping kanan-kiri Nouvo dipakai solder. Solder dipakai untuk  melelehkan bagian pinggir untuk sambungan. Sewaktu panas jadi lengket dan merekat antar bodi. Setelah itu baru dikasih fiber supaya sambungannya enggak kelihatan.
 

“Sebenarnya biaya modifikasi seperti ini murah, tapi butuh waktu lama dibanding bikin bodi baru. Sayang, tingkat kesulitannya gak kelihatan karena sudah ditutup fiber,” sebut Dani yang asli Bandung.

Alhasil, Nouvo lele dumbo garapan DC Motor dapat peringkat III lelas low rider atau hot rod di Yamaha Cuzztomatic 4, Region 2, Palembang.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 140/50-14
Ban belakang: Swallow 160/50-14
Pelek: 14 inci custom dari Honda Jazz
Sokbreker: YSS

DC Motor:             0898-0828-181      
Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
waroengkopikoe




 

waroeng kopikoe Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha


Downloaded from free website templates