Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

MOTORplus - Online

| Bagi teman teman diluar kota yang ingin memesan onderdil modifikasi seperti yang ada di halaman rubrik, dapat menghubungi kami melalui kolom komentar dengan meninggalkan nama, nomor handphone yang bisa dihubungi atau sms, atau alamat email. Kami akan segera membalas dan mengkonfirmasi estimasi biaya termasuk biaya pengiriman |
Tampilkan postingan dengan label Yamaha Mio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha Mio. Tampilkan semua postingan

Kaki X-Treem, Kena Tembak?

Written By pijar mentariku on Sabtu, 16 Juni 2012 | 23.49

YAMAHA MIO 2009 DENPASAR






Saat datang di arena Yamaha Cuzztomatic 3 region 2 Jogja, Mio ini langsung mencuri perhatian. Meski bodi simpel tapi sudah nyaris telanjang. Kaki depan juga unik. Sok depan sebelah! Tentu bukan kena tembak! 

Membuat tampilan seperti itu tentu tidak gampang. Perlu riset dan hitungan pas sebelum diterapkan. Semata karena motor ini masih tetap dipakai harian. "Dipakai anak saya ke sekolah lho," buka Subagyo dari B Custom, pemilik sekaligus modifikatornya.

Langkah pertama untuk membuatnya dengan memilih material besi yang pas sebagai pegangan dan dudukan sok tunggal tadi. "Menggunakan pipa dengan tebal 5 mm dan lebar 5 cm untuk suspensi depan ini," ceritanya tentang desain yang terinspirasi Italjet Dragster ini.

Desainnya murni mengikuti skuter Italia tadi. "Tapi, agar tampak rapi, pelat besi tadi dibungkus pelat baru lagi dan didempul serta dicat rapi," lanjut pemilik bengkel dari Jl. Pulau Bungin No. 10, Denpasar ini.

Biar gampang, pelek tetap menggunakan asli Mio. Tapi, tentu untuk urusan as roda harus dibuat ulang. "Dibuat di tukang bubut yang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan aslinya supaya kuat," ungkap ayah dua anak ini.

Sementara itu untuk sok belakangjuga ada perubahan. "Kalau sumbu roda masih standar kok, enggak tergoda mundurin karena konsepnya racing look. Jika pakai undur-undur kayaknya sudah enggak pas dengan konsep tadi," kata modifikator asal Jawa Timur yang belum lama pindah ke Bali ini.

Posisi sok yang tetap tunggal ini sekarang tidak lagi di pinggir sebagaimana layaknya Mio. Tapi, sudah pindah ke tengah. "Menggunakan sok bekas Suzuki RG-R, kebetulan itu yang pas ukurannya," tambah Bagyo.

Untuk pegangan bawah sok dibuat dari pipa diameter 1 inci yang kemudian dibautkan ke cover CVT. Pegangan baru itu juga berfungsi sebagai tempat melekatnya sepatbor belakang. "Dengan begitu, motor tetap terlihat rapi sekaligus simpel. Karena memang tidak terlalu banyak braket atau pegangan," tunjuk Bagyo




Bodi Minimalis
Untuk urusan bodi, Bagyo enggak mau yang macam-macam. "Tampilan depan cukup andalkan punya Mio Soul yang dicustom ulang," ungkap bapak yang sempat hadir beberapa kali di Kemon, riungan akbar komunitas motor yang masih tetap ditunggu-tunggu.

Bagyo sepertinya naksir berat bentuk lampu depan Soul yang memang menarik. Banyak modifikator sudah mengaplikasi lampu itu di berbagai motor.

Sementara bodi belakang dibuatkan desain baru yang berkesan racing. "Bentuknya dirancang sendiri menggunakan pelat galvanis sebagai bahan," tambah pria 41 tahun ini. Supaya nungging, rangka belakang dirombak.
 

"Masih aslinya, tapi sedikit dicoak terus ditekuk ke atas," sebut modifkator ramah ini penuh percaya diri. Dengan bentuk seperti itu, Bagyo sukses jadi juara 1 untuk kelas automatic racing look di Cuzztomatic 3, Jogja.
 (motorplus-online.com) 




Data Modifikasi

Ban depan : Deli Tire 100/70-14
Ban belakang : Deli 120/70-14
Sok depan : YSS Custom
Knalpot : Custom
Setang : Custom
B Custom : 0813-5327-8694

waroengkopikoe
23.49 | 0 komentar

Bicara Lewat Hot Rod

Written By pijar mentariku on Kamis, 05 April 2012 | 03.39

Yamaha Mio, 2009 (Samarinda)








Memiliki tiga franchise workshop, tentu harus punya sesuatu yang bisa bikin eye catching. Seperti H. Anwar Mahmud yang langsung meminta F-16 Motor mengubah Yamaha Mio 2009 ini agar bisa jadi maskot bengkelnya.

“Pak Anwar mengambil tiga franchise dari kami (Samarinda, Palu dan Balikpapan; Red). Tapi, kami juga dikasih tantangan membuat motor dengan konsep dari film layar lebar,” ungkap Willy Dreeskandar selaku owner F-16 Motor di Jl. Ciledug Raya No. F16, Tangerang, Banten.

Film yang dipilih pun, sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan motor. Yaitu, Men In Black dan Fast & Furious 5. Akhirnya, dipilih ikon tertentu di film itu. Hot Rod! Seperti muscle car khas Amrik yang dipacu Vin Diesel.

"Di Fast 5 mobilnya kan bertema hot rod, mesinnya ber-cc gede dan nongol dari kap mesin. Nah, konsep ini diterapkan di mesin Mio,” kata pria ramah berkacamata itu. Maka engine Mio dibuat jadi center of attention alias pusat perhatian.

Pakai pelat besi tebal 2cm, CVT dibuat lebih panjang 10cm. Tapi biar lebih menarik lagi, sambungan tadi dimanfaatkan sebagai kanvas nuansa airbrush lewat tulisan Fast n Furious. Lalu, cover CVT sengaja dibuat bolong-bolong agar terlihat jeroan yang rapi. Bahkan, hingga diberi ragam kelir cat, krom hingga lampu LED. Macam engine mobil kontes aja.



Nuansa hot rod juga dipancarkan dari pemakaian pipa besi layaknya roll bar di mobil. Tapi di Mio ini, pipa dipasang mengelilingi CVT. “Selain itu, juga berfungsi memperkuat konstruksi mesin yang dipanjangkan,” jelas Willy.

Kesan eye catching di CVT juga didukung pemakaian swing arm di sisi kanan. Belum lagi pelek lebar 7 inci berdiameter 17 inci dan berjari-jari besar. Makin tak ubahnya pelek mobil yang diaplikasi besutan hot rod tuh! Sedang roda depan, pakai diameter 14 inci. Nungging deh!

Setelah jadi, tak sia-sia pula hasil didapat. Mio Soul ini keluar sebagai juara I di Yamaha Cuzztomatic 4 Region 3 beberapa waktu lalu. Tentu di kelas automatic low rider/hot rod.
 

Congratz, Jack!   
 (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan         :  Swallow 140/70-14
Ban belakang    : Battlax 200/50-17
Cakram depan   : Kitaco
Silinder Blok      : Kawahara Racing
F-16 Motor          : (021) 734-46678      
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL


waroengkopikoe
03.39 | 0 komentar

Chopper Anak Buat Contezt

Written By pijar mentariku on Selasa, 24 Januari 2012 | 19.47



Yamaha
 Mio Sporty 2008 (Tangerang)




Cinta orang tua kepada anak, diperlihatkan Biing dengan memodifikasi Yamaha Mio Sporty miliknya. Setelah jadi, anaknya yang bernama Davin T. Maker, malah meminta sang ayah untuk menurunkan skubek itu di ajang contezt Yamaha Cuzztomatic 4 Region 3, di Bandung, Jawa Barat (30/10).

Hasilnya, tak sia-sia. Skubek bergaya chopper ini, berhasil meraih juara 3 di kelas Automatic X-Treme MEFRIK. “Awalnya hanya sebatas bikin untuk anak. Tapi, enggak sangka juga kalau bisa dapat juara. Anak saya, Davin, jadi lebih bangga,” ungkap pria yang tinggal di Perumahan Modern Land, Tangerang.

Dalam proses pembuatannya, Biing tidak sendiri. Dia membutuhkan jasa beberapa teman. Salah satunya Harry yang juga pemilik workshop Harry Matic dari Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Demi mengejar gaya chopper, sasis bawaan Mio tak lagi terpakai. Biing lebih pilih bikin rangka baru dari pipa baja diameter 2 inci. “Terutama untuk bagian tengah dan yang menopang jok juga sok,” kata pria yang ogah disebut modifikator karena yang dilakukannya sebatas hobi.


Sedang untuk sudut rake, ditentukan bersama Harry. “DIbikin jadi 45ยบ. Soalnya untuk bisa mengejar posisi sokbreker agar sedikit lebih landai dan panjang ke depan,” timpal Harry yang pernah bikin modifikasi bergaya chopy cub.



Tangki, dibikin ulang dari besi pelat 1,2mm. Biing sendiri bilang tidak ada gaya khusus. Hanya ikuti desain sasis dan model keseluruhan aja. Sama seperti saluran buang yang didesain mengikuti lingkar roda belakang. Begitu juga bahan jok. Dibuat dari pelat berukuran sama.

Kasih ayah dong nih!
Penyesuaian Demi Anak
Karena untuk anaknya yang masih berusia 13 tahun, posisi riding mengalami penyesuain beberapa bagian. Yaitu, raiser setang panjang ke belakang dan jok terlalu dekat tangki juga posisinya agak turun. Kalau joknya sejajar, mungkin akan lebih menarik lagi!

Begitunya soal urusan redam kejut kala berkendara, bagian depan sudah ditopang upside down variasi biar terlihat lebih kekar. Sedang bagian belakang, sudah aplikasi monosok Yamaha Jupiter MX 135LC.  (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan    : IRC 90/90-18
Ban belakang    : Swallow 160/60-14
Handel rem    : Ride IT
Cakram    : PSM
Biing    :             (021) 8543-9897
      
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL

waroengkopikoe
19.47 | 0 komentar

Spesial Buat Contezt

Written By pijar mentariku on Selasa, 29 November 2011 | 16.38

YAMAHAMio 2007 (PURWOREJO)






Wibowo Hasto, punggawa Utomo Motor (UM), Purworejo bukan orang baru dalam dunia modifikasi di seputaran Jawa Tengah. Torehan karyanya selalu layak mendapat apresiasi. Buktinya garapannya langganan rangking atas dalam setiap contezt di regional sana. Sekarang, giliran Yamaha Mio milik istrinya yang dijadikan ‘korban’.

"Konsepnya mengacu pada bentuk racing look. Contohnya pada pola bodi yang banyak memakai bentuk lancip dan pipih, juga pada bentuk lampu depan dan komponen lain," paparnya.

Tema racing look nongol pada desain lampu depan yang lancip bin sipit. Ini bukan lampu varisi lho, tapi reflektor lampu depan orisinal yang disulap dengan material fiberglass. Bentuk lampu asli yang mirip orang senyum itu dibuat pipih pada bagian sam­ping.

Caranya dengan menambah cover lampu dengan fiber sesuai ukuran yang diinginkan Bowo. Jika ditengok memang sedikit jadi rada gembung dan lebar, lampu depan seolah mendem. Tapi, ini ada maksudnya, "Agar sirip pada tameng samping depan terlihat menonjol. Bagian ini dibikin dengan dua lubang agar lebih atraktif. Secara fungsi, memang cuma buat aksen di bodi," yakin modifikator dari Jl. Mayjend Sutoyo No. 1, Purworejo.

Asyiknya, Bowo juga menambahkan corong angin pada bagian bawah lampu depan. Bentuknya dibuat sesuai aksen lampu yang lancip, makannya pada bagian sebelah luar juga dibuat lancip.

Lanjut ke tema yang mengacu pada racing look, tampilan setang tentu saja harus sesuai konsep. Bagian ini diolah manis, caranya dengan aplikasi setang merek One R. Bentuknya memang sudah memiliki ciri yang sesuai konsep. Kokoh dengan model jepit dan segitiga yang besar. Setang dipasang dulu baru kemudian lanjut bikin bagian cover.

Untuk ubahan lampu belakang, nuansa ala racing diterjemahkan lewat bentuk lampu stop lancip. Caranya juga sama dengan ubahan lampu depan, dikamuflase dengan fiberglass. Makannya sekarang bentuknya menjadi lebih manis, pipih namun tetap fungsional.




Finishing akhir, modifikator yang gemar tampil necis ini memilih kelir kebanggan Yamaha. Apalagi Bowo juga tahu, kalau 2011 ini merupakan perayaan  50 tahun kiprah Yamaha di MotoGP.

Kombinasi yang dipilih untuk urusan  kelir memang bagus. Detailing merah dan sapuan sedikit hitam memberikan gradasi juga membuat warna jadi kuat.
 (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR XT 80/80-14
Ban belakang: FDR XT 80/90-14
Pelek: Ride It
Sok belakang: YSS
Sok depan: Variasi
Setang: One R
Cat: Lessonal
UM:             0813-9207-9555      
Penulis : Andika | Teks Editor : Nurfil | Foto : Andika

waroengkopikoe
16.38 | 0 komentar

Bali Banget !!

Written By pijar mentariku on Jumat, 25 November 2011 | 16.12

YAMAHAMIO 2005 (DENPASAR)


Bali, khususnya Denpasar dan sekitarnya memang terkenal kotanya matik. Karena itu angka penjualan skubek di daerah ini selalu tinggi. Untuk urusan modifikasi terbukti ada satu aliran yang selalu banyak penggemarnya di sini. Yaitu aliran audio.   

Sejak awal tren modifikasi skubek,  pemasangan perlengkapan audio sangat menjamur di Bali. "Karena itu ubahan atau modifikasi banyak yang pakai audio, meskipun bengkel saya bukanlah spesialis audio," kata I Wayan Gintaro dari rumah modifikasi GPS, Badung, Bali.


"Pemasangan audio tadi menjadi lebih gampang di skubek karena punya ruang lumayan lega, khususnya di atas dek," tambah Wayan. 

Silakan diihat di Mio ini, sub woofer berukuran 8 inci lengkap dengan sejumlah tweeter pendamping pas terpasang.
 Layar LCD dan head unit pas nemplok di setang. Jika dipakai berkendara memang sedikit mengganggu posisi kaki, tapi atas nama modifikasi, hal tadi dikalahkan. 

Biar sedikti beda, lampu depan diganti punya Yamaha Xeon, sehingga banyak yang salah mengira identitas motor ini. Apalagi dengan bodi yang sudah full custom.

DATA MODIFIKASI
Ban: FDR 120/60-14
Pelek: Custom 3,5 x 14 inci
Sok belakang: YSS
Bodi: Custom
Head unit: Accelera
Monitor: Centro
GPS:             0819-1666-6995       (motorplus-online.com)
Penulis : Nurfil | Teks Editor : Nurfil | Foto : Ade

waroengkopikoe
16.12 | 0 komentar

Low Rider Batik Jogja

Written By pijar mentariku on Jumat, 04 November 2011 | 23.14

Yamaha MIOSPORTY 2009 (JAKARTA)



Widi Jatmoko, pemilik Yamaha Mio Sporty ini memang rada nyentrik. Di saat banyak sepeda fixie bermunculan adopsi warna candy atau pastel, warga Jl. Otista Raya, Jakarta Timur justru memilik corak batik yang merupakan indentitas orang Indonesia. Hidup Indonesia! Merdeka!



Corak batik khas Jogja bermotif Parang Kusumo dan Kestarian itu, digambar pakai pen airbrush oleh Donny Ariyanto, punggawa Studio Motor Custom Bike, pada sasis fixie PCO Airblade berikut peleknya yang lebar 4,5 cm.

Cuma berhubung sepeda sering dibawa kemana-mana, dia juga pengin skubek bisa bawa sepedanya dan digambar aliran yang sama. "Cuma agar temanya sesuai, Mio lebih dulu dirombak aliran low-rider. Lalu dipasang anhang di sebelah kanan,L ucap builder dari Jl. Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan.

Ubahan dapat dilihat dari pemasang­an batok lampu Scoopy di tebeng depan yang didesain menyatu dengan spatbor. Lalu peredam kejut depan merek One Racing, langsung terhubung ke setang model scrambler variasi berikut perniknya.

Biar kelihatan kokoh, Donny juga ikut menambahkan bodi di bagian rangka tengah pakai fiberglass yang bagian teng­ahnya sudah diberi tulang dari pipa besi terlebih dahulu. Penambahan ini digarap sampai buritan yang bentuknya buntung dan lebih kaku ikuti desain lampu dan rem belakang.

Kelihatan buntung karena mesin berikut CVT dan ban belakang Swallow 160/60-14 dipasang undur-undur 15 cm. Lalu monosok Jupiter MX diterapkan di tengah setelah ditopang adaptor di tengah CVT.

"Untuk anhang, dibikin dari besi kotak yang pasang pada rangka tengah. Juga di rangka belakang dekat kipas mesin. Lalu dudukan sepeda merek Thule dipakai jadi pegangan besi anhang itu," imbuh pemenang ke-2 kelas low rider di ajang MOTOR Plus Skubek Contezt 2011.





Kemudian Mio kena airbrush motif batik dan warna yang sama yaitu oranye. "Untuk motif Parang Kusumo bisa dilihat pada bagian tebeng sampai ke buritan. Sedang motif Kesatrian tampak pada tebeng hingga cover tengah. Motif itu juga bias dilihat loh di fixie," tunjuk Donny tentunya dengan penuh kebanggaan. (motorplus-online.com) 




 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 140/70
Ban belakang : Swallow 160/60-14
Pelek depan : Custom 4 inci
Pelek belakang : Custom 7 inci
Cat : Sikkens
 
Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT
waroengkopikoe
23.14 | 0 komentar

Classic Street Road

Written By pijar mentariku on Kamis, 03 November 2011 | 19.46





YAMAHAMIO 2005 (Jakarta)






Satu lagi lahir virus atau tren yang dipastikan bakal banyak pengikutnya. Sebut saja namanya Classic Street Rod. Suatu gaya yang menjadi kembangan dari aliran hot rod yang diaplikasi pada sebuah skubek.

Virus ini disumbangkan oleh Shaflingga yang dalam hal ini berduet dengan modifikator Budi Big Rahmanto dari bengkel Big Modification di bilangan Pisangan, Jakarta Timur. Alasan yang mendasari ubahan ini cukup simpel, hanya ingin tampil tidak membosankan. Gitu, Bro!
"Sebab gaya classic itu kan abadi, sampai kapan pun akan disukai. Beda dengan asal bodi custom yang pasti disenangi sesaat saja. Sebagai contoh, bisa lirik Bodi Fino yang terbukti memang banyak penggemarnya," kata Agha, panggilan akrab si empunya Mio ini.


Langkah jitu dari karya ini adalah kepintaran menduetkan antara bodi Fino yang ramping dan banyak diaplikasi pengguna Mio dengan kaki-kaki besar. "Selain itu penggunaan bodi ini juga membuat kami lebih hemat waktu sebab hanya fokus di bagian lain," kata sarjana ekonomi yang kerja di bidang marketing pembiayaan kendaraan bermotor ini.

Depan menggunakan lebar 4 inci dan belakang 8 inci dengan diameter 14 inci. "Kami ingin bodi ramping ini ditopang ukuran kaki yang cukup besar karena itu sengaja dipesan pelek dengan telapak cukup lebar," lanjut ayah 4 anak ini.



Karena acuannya ke hot rod yang American style maka desain pelek menyesuaikan dengan apa yang digemari penganut aliran ini di negeri asalnya. Yaitu jari-jari rapat hingga 120 batang.

Tentu saja untuk itu perlu dibuatkan teromol khusus. Teromol ini dibuat dari meterial aluminium gelondongan yang kemudian dibubut. Panjang 15 cm dengan diameter 12 cm. Melalui komponen inilah, ke-120 batang jari-jari tadi dipasang sempurna pada lingkar roda.

Desain knalpot custom juga semakin menguatkan style yang dimaksud tadi. Model pipa saluran buang itu runcing dengan lapisan antipanas yang bolong-bolong memang asyik dilihat.

"Model ini meniru dari majalah Harley-Davidson. Ukuran tinggal sesuaikan sama bodi Mio yang imut," tambah warga Rawamangun, Jakarta Timur ini.

Skubek ini juga dibuat menjadi lebih ceper. "Hal itu supaya menimbulkan kesan kalau kaki yang dipakai sudah betul-betul besar," cerita Agha lagi.

Karena itu maka pada sistem suspensi juga dilakukan sedikit ubahan. "Sengaja dibikin rigid depan dan belakang sehingga nggak ada jarak main lagi. Untuk menghindari mentok antara bodi dan roda," bebernya lagi.

Agha dan Big enggak hanya fokus di bagian yang besar. Beberapa detail juga dibuat sempurna. Misalnya aja mesin yang dicat sewarna dengan bodi utama. Bahkan hingga head lamp dan dudukan spidometer.

"Aku puas meski harus menunggu sampai lima bulan lamanya. Style baru modif skubek sudah lahir," bangga Agha yang 39 tahun ini.

JOK KNOCK DOWN


Bukan karena egois maka jok motor ini hanya single seater alias buat joki only. "Hal itu karena dengan ubahan seperti ini memang sebaiknya enggak terlalu banyak bawa beban. Maklum suspensi rigid. Ngeri patah aja," kata Agha.

Tapi seandainya ada boncenger yang mau nebeng bisa lho. "Sebab kita membuat sistem knock down atau bongkar pasang untuk jok belakang itu," cuap Agha.

Penutup jok tadi didesain mengikuti kontur bodi motor. Sedangkan materia yang dipilih, tetap mengandalkan fiber.

Trik melekatkan ke bodi juga gampang. Hanya menggunakan perekat semacam double tape pada kedua bagian tadi baru kemudian disatukan.

Pada fiber penutup jok tadi juga dipasang busa kecil di bagian depan. Itu bertujuan sebagai sandaran kecil bagi joki saat riding. "Dengan adanya busa tadi maka pinggang bisa disandarkan," kata kelahiran 1970 ini lagi.

Enggak hanya pantat yang dibuat nyaman, handling juga diperlakukan sama. "Lebih sip pakai setang sepeda down hill. Pas dengan postur saya," kata pemilik bodi sedang ini.

DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 5 x 14 inci
Ban depan : Swallow 110/70-14
Pelek belakang : Custom 8 x 14 inci
Ban belakang : Shinko 150/70-14
Sok belakang : Jupiter MX 135 LC
Knalpot : Custom
Big Modification : 0856-8066-310

Penulis/Foto : Nurfil/Boyo

waroengkopikoe
19.46 | 0 komentar

Sayang, Gak selesai

Written By pijar mentariku on Senin, 31 Oktober 2011 | 01.42

YAMAHAMIO 2008 (Sleman)


Enggak kebayang kalau Yamaha Mio garapan Napa Moto Design (NMD) tuntas dikerjakan saat turun jadi kontestan Yamaha Mofest Modification Contest 2, Region 1, Jogja. Mungkin aja konsep modifikasi yang diusung NMD akan sempurna.Temanya sih lumayan sip, Technology Meet Design.



"Modifikasi bodi dan teknologi mesin disatukan. Itu mau saya. Sayang, baru 80% selesainya nih motor. Mepet, Bro," bilang Rudy Prasetyo, pemilik dan modifikator NMD yang bermarkas di kawasan Cepit Baru, No. 451, Depok, Sleman, Jogja.

Wah, konsep sih boleh juga, tapi karya belum 100% selesai berarti modifikasi tinggal konsep aja. Padahal, lihat tangan dingin yang bukan karena banyak megang es NMD sangat tinggi di kualitas pengerjannya. "Banyak komponen seperti variasi umum, tapi kami bikin sendiri," ungkap Rudy yang lama di Amrik ngambil S2 Manajemen.



Tengok satu per satu bagian handmade NMD. Cover bodi yang dikelir lidah api enggak lagi pakai fiber. Pelat galvanis jadi material dasar yang dibentuk untuk jadi cover bodi Mio. "Susah ngetok dan ngatur ulang galvanis supaya jadi cover yang mirip dengan aslinya," bilang Rudy.

Di sini kelemahannya. Bodi dibiarkan telanjang alias seperti kerjaan yang belum rampung. Seandainya diselesaikan tuntas, pasti ngomongin rancangan cover bodi aja sudah panjang. Paling konsep tekukan supaya jadi mirip cover bodi asli.




Bagian detail diusahakan sempurna. Seandainya enggak ada sekrup atau braket yang cocok, NMD sanggup bikin sendiri. Artinya, hasil modifikasi siap dikerjakan manual, tanpa nunggu barang jadi.

Lihat aja deh, bagian yang telanjang dan kurang resik kayak di rumah komstir dan teromol, ditutup barang yang dibuat langsung NMD. "Makanya banyak yang nganggap modifikasiku mahal, padahal hitungannya sih wajar karena kan dibuat sesuai order," bilang Rudy yang juga sering bolak-balik Jakarta untuk jadi konsultan.

Nah, konsep desain ditemukan lewat teknologi kelihatan jelas menggunakan dua CDI. Dua pengatur pengapian ini ditaruh di sisi bodi. "Di sini teknologinya. CDI mengatur waktu pengapian yang bisa ditentukan si pemakai motor ini. Bukan cuma pajangan lho, CDI berfungsi," ucap Rudy yang juga sudah membore up Mio jadi 180 cc.

Konsepnya boleh tuh. Sayang, belum selesai dikerjakan hingga tampak masih belum sempurna.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Michellin 120/60-14
Ban belakang : Swallow 150/60-14
Pelek depan : 3,00 x 14
 
Pelek belakang : 6,5 inci (pelek mobil)
 
Sok depan : Gazi

Penulis/Foto : Niko/GT

waroengkopikoe
01.42 | 0 komentar

Kurang di Body

Written By pijar mentariku on Selasa, 25 Oktober 2011 | 22.20

YAMAHAMIO 2007 (Jakarta)


Secara ubahan, kreasi Herry Matic di Jl. Ciputat Raya, No. 15, Jakarta Selatan ini menganut aliran low rider nyaris sempurna. Khususnya di sektor kaki-kaki dan komponen yang nempel. Sayang nilai sempurna tadi gagal didapat karena kondisi bodi yang masih dipertahankan standar abizz.



"Itu saya akui karena ngejar contezt, makanya enggak sempat ubah bodi. Sempat kepikiran harus diperbesar atau wide body," kata Herry Hartanto, modifikator sekaligus pemilik skubek 2007 ini.

Hal ini membuat sisi harmonisasi jadi kurang terpenuhi. Maklum saja kaki yang besar dan molor sangat panjang dipasangkan ke bodi Mio yang kecil. Jadinya, ya kurang begitu pas, Bro!

Padahal untuk kaki-kaki tadi, Herry sudah melakukan ubahan yang lumayan ciamik. Perpaduan pelek lebar 5 inci di depan serta 8 inci di belakang.



Apalagi sumbu roda belakang sudah dibikin mundur sampai 40 cm. "Memang sengaja dibuat mundur sepanjang itu untuk semakin menguatkan kesan low rider," kata pria 21 tahun ini.

Untuk roda, Herry juga berhasil membuat perpaduan sepatbor depan dan belakang yang sesuai. "Modelnya karya sendiri, tapi sedikit dipengaruhi model di H-D," lanjutnya.

Kesemuanya tadi mendapat lapisan krom sebagai finishing. Wah, semakin oke dong. Termasuk pipa knalpot yang juga sudah dibikin panjang.




"Modelnya ala hiu, semuanya sengaja dikrom biar berkesan blink-blink," lanjut bujangan ini. Sebuah alasan yang pas untuk tema low rider begini.

Begitu juga pemilihan setang alias batang kemudi. Meskipun menggunakan milik Ninja tapi setelah dicustom, aplikasinya tampak cocok sama aliran ini.

Sementara di bodi hanya dilakukan airbrush bertema lidah api. "Next time dibuat bodi yang pas dengan kaki-kaki," tegas Herry yang siap dan terbuka terima masukan demi hasil yang lebih baik.

DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 5x14 inci
Ban depan : Deli Tire 140/60-14
Pelek belakang : Custom 8x14 inci
Ban belakang : Hankook 165/60-14
Sok belakang : YSS
Setang : Kawasaki Ninja
Lampu : Custom
Knalpot : Custom
Herry Matic : (021) 96829778

Penulis/Foto : Nurfil/Dolok


waroengkopikoe
22.20 | 0 komentar

Matic Fighter (MIO)

YAMAHAMIO Sporty 2008 (Purwokerto)




Tanpa konsep bisa jadi desain modifikasi bakal awut-awutan. Enggak tahu arah rancangannya mau ke mana. Lama-lama, kuda besi yang sudah dimodifikasi tanpa konsep kelihatan ramai. Semua aliran dijejali jadi satu di skubek. Kayak pasar deh kelihatannya.

Bekerja tanpa konsep ogah buat Siswo Winoto, builder dari Win's Paddock, Purwokerto, Jawa Tengah. Seperti garapannya kali ini pada Yamaha Mio yang ikutan Yamaha Mofest Modification Contest 2, Region II, Jogja. "Aku coba untuk menggabungkan konsep low rider dan hotrod. Jadinya, matic fighter," bilang Win, panggilan akrab Siswo Winoto.

Wah, matic fighter from Purwokerto yang juga memperkenalkan diri sebelumnya dengan konsep minor fighter. Pokoke yang ter-ter serius digarap 
Win's Paddock. "Eksperimen awal di Mio ini. Pokoknya mau lepas dari aliran skubek kayak low rider dan hotrod," jelas Win yang bermarkas di Jl. Sunan Ampel, No. 9, Purwokerto, Jawa Tengah.

Tentunya aliran yang diberi nama matic fighter oleh Win enggak jauh dari streetfighter. Bagi Win, kudu menonjolkan pemangkasan rangka. Ini diterapkan di matic fighter. Tinggal 30% frame yang disisakan dari Mio. Namun rumah komstir sampai down tube yang asli bawaan Mio.

Sebanyak 70% rangka baru pengganti dibikin ulang sangat ciamik. Meski rancang bangunnya sudah banyak beredar, frame tralis yang dimulai dari Ducati Monster ditransformasi ke skubek. Ide lama, tapi pengalihan dari sport ke skubek rangka tralis jauh lebih ciamik.



Sipnya, rangka tubular tralis hanya di bagian sub frame alias rangka pendukung. Kombinasi sub frame yang tralis dan down tube aslinya Mio jadi pas. Bahkan, skubek jadi kelihatan kekar. "Habis pipa sekitar 9 meter," ujar Win.

Total 9 meter pipa untuk membuat rangka tralis di dua bagian. 4,5 meter yang ukuran 3,4 inci untuk rangka utama dan ukuran 1,5 inci sebagai penyangga pipa utama.

"Semua dibikin mesti saling menunjang. Bagian untuk menunjang sokbreker belakang juga kudu hati-hat. Kalau salah konstrukrsi, bisa bengkok pipa nahan beban dari sok," beber Win yang bisa dikontak di 0815-4888-6755.

Finishing patut dikasih jempol. Detail dan komposisi kelir diracik apik. Tapi, ada saran nih, pasti akan lebih kompak dimensi motor kalau sumbu roda enggak dibikin melar.

Sumbu roda yang melar tetap bertentangan dengan matic fighter.

STREET FIGHTER KELIHATAN BESAR
Streetfighter jadi tema utama Win's Paddock (WP) pada setiap garapan. Di Inggris aliran modifikasi ini usianya sudah lebih dari 30 tahun. Tujuan aliran streetfighter sih motor kelihatan ringkas alias simpel. Meski tampak simpel, tapi ada yang ditonjolkan. Kuda besi jelas-jelas kelihatan mesin bertenaga besar.

Beberapa ruh streetfighter hampir mendekati di Mio garapan WP. Rangka tubular tralis yang dicomot dari produk Ducati yang sekarang masih nempel di Ducati Street Fighter 2009. Pilihan tepat membuat tubular tralis sebagai pengganti subframe dan lengan ayun pun dibikin sama jadi tubular.

Begitu juga pilihan setang adventure. Tapi, setang terlalu baplang alias lebar padahal kemudi yang agak pas sih model Suzuki Thunder 125 atau Yamaha RX-King.

Tapi, ada yang kurang dari WP. Nggak menonjolkan kalau Mio punya mesin bertenaga besar.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 120/6012
Ban belakang : Deli Tire 130/60-12
Pelek depan : Sanex Hussar
Pelek belakang : Sanex Hussar
 
Cakram depan : Nissin
Cakram belakang : Nissin
Selang rem depan : TDR
Sokbreker depan : WP Fusion
 

Penulis/Foto : Niko/GT

waroengkopikoe
05.34 | 0 komentar

Mau Gebrak JawaTimur?

Written By pijar mentariku on Senin, 24 Oktober 2011 | 03.39

YamahaMIO 2007 (JOMBANG)





Sebagai bengkel baru, iMS ingin langsung menggebrak. Khususnya di seputaran Jawa Timur. Tidak tanggung, Fiki Josindra melakukan revisi abis pada Yamaha Mio 2007 ini. "Terutama, seluruh cover bodi yang diperbaharui. Bodi asli sama sekali tidak dipakai," papar modifikator from Jombang ini.



Khafid si empunya skubek ini memang lagi ngidam tampilan skubek gambot ala Japanese. Ciri skubek dari negeri Sakura ini biasanya identik dengan bodi gambot dan memiliki ground clearance rendah atau lebih kondang dan beken dengan sebutan ceper abis.

Meski begitu, warga Jl. Kauman III, Ploso, Jombang ini tidak mau bodi kit besutannya jadi tampak terlalu gambot maupun sangat ceper. "Yang wajar-wajar saja. Pokoknya secara estetika masih bisa diterima. Dan juga, desain yang diinginkan tidak terlalu melenceng jauh dari basis aslinya," bilangnya bersemangat.






Dari negosiasi dengan sang builder akhirnya disepakati pembesaran bodi baru hanya 20 cm. "Untuk bodi bagian depan memang diperlebar. Masing-masing kanan dan kiri 10 cm. Jadi total lebar keseluruhan 20 cm," bilang Indra.

Untuk melakukan aksinya, seniman fiberglass ini juga pakai trik sendiri. Doi membuat desain dan mal dari kertas karton. Dari sini perlahan desain awal mulai terlihat. Proses ini memang lumayan memakan waktu lama.
 




Karena karton ini nantinya bakal dijadikan sebagai cetakan fiber. Jadi, ya harus sabar dan butuh ketelitian dalam melakoni ritual ini. Ditambah atau dikurangi, dibentuk hingga sempurna seperti diinginkan.

Karena konsep yang diusung Indra adalah mengaplikasi setang bergaya terondol. Makanya, headlamp otomatis berpindah posisi menjadi di dek depan.

"Untuk lampu utamanya ini, saya lebih tertarik mengaplikasi milik Honda Vario. Modelnya yang dobel jadi terlihat asyik dan keren. Juga bisa bikin pangling tampilan skubek," tutup pebengkel dari Jl. Wahid Hasyim, No. 1, Jombang, Jawa Timur ini.

SOK NGUMPET




Khafid maupun Indra, keduanya sepakat untuk merombak sektor kaki-kaki sekalian. "Biar matching dan terlihat seimbang dipadu dengan bodi kit baru yang cenderung lebih besar ini. Kaki-kaki juga perlu direvisi total. Makanya, kaki-kaki standar untuk sementara simapn di gudang dulu," cuap keduanya.

Akibat pakai pelek lebar 5 inci di belakang, maka harus dibuat undur-undur sampai 25 cm. Modalnya adalah pipa kotak dengan ukuran 5 cm.

Mengejar kesan rapi, sok belakang juga digusur dan disembunyikan. "Aku ingin sektor ini terlihat bersih dan rapi. Pandangan tidak terganggu oleh keberadaan monosok yang ada di samping kiri. Makanya sokbreker ini dipindah ke tengah dengan posisi yang sedikit rada tersembunyi," kata Indra.

Tidak tanggung, sokbreker dibuat dobel tapi tidak terpisah. Untuk mengakomodir dual sok ini Indra membuat arm tubular sebagai tumpuan sok tadi.

DATA MODIFIKASI

Ban depan :Swallow 120/70-14
Ban belakang : Swallow 140/70-14
Pelek depan : 2.15x14 inci
Pelek belakang: Custom 5x14 inci
 
Sok belakang : Ride-it
iMS : 0813-3110-7576

Penulis/Foto : Ronnie/Candra


waroengkopikoe
03.39 | 0 komentar

Language

Parent Link

Sponsored

The Incredibly Easy Website Builder! CO.CC:Free Domain Free Website Hosting pensiltua

Blog Archives

Blog Pop_up

Yuk.Ngeblog.web.id
PIJAR-MENTARIKOE

Tukeran Link Yuk...!
Silahkan copy kode di atas...!
Saya akan segera link balik...!

Visitor Onlines


Pusat Download Gratis

Masukkan Code ini K1-E17866-3
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com